Pages

Minggu, 20 Mei 2012

Rokok: Terenggutnya Kebersamaan Ayah dan Anak

Hari minggu tgl 20 Mei 2012 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, TEDx ITT Organizer mengadakan event keduanya yang bertajuk "ImagiNation". Jujur sih, ini adalah pertama kalinya gue hadir di acaranya TEDx dan gue excited banget sama acaranya. Di acara ini gue bisa bertemu dengan orang-orang luar biasa yang memiliki ide-ide gila. Kenapa gue bilang idenya gila? Mereka mampu mengangkat sebuah tema yang jarang atau bahkan tidak pernah diperhatikan oleh masyarakat. Dan yang paling menarik buat gue adalah seorang Jurnalis yang luar biasa. Beliau mengupas tuntas mengenai industri rokok yang notabene tidak ada satupun orang yang berani mengusik industri tersebut. Bahkan beliau telah kehilangan 3 komputer dalam waktu 6 bulan dalam pembuatan bukunya yang berjudul "Giant Pack of Lies" yang mengupas kebohongan dalam industri rokok. Yup,mungkin udah pada tahu ya...Beliau adalah Mardiyah Chamim.

Dari beliau gue tahu bahwa Indonesia saat ini dijuluki sebagai "The New Marlboro Country". Itu bukanlah julukan yang membanggakan lhoooo...Sepertinya Indonesia itu jadi gudang buat industri rokok. Miris. Ketika rokok itu menguasai negara kita. Sebagian besar kegiatan di Indonesia ini disponsori oleh perusahaan yang berkecimpung dalam industri rokok. Bahkan yang memberikan beasiswa pendidikan di Indonesia ini adalah industri rokok. Dari hal itu, seolah-olah, mereka ingin mengatakan bahwa "Rokok baik untuk pelajar". Gue ngerasa bener-bener ada yang salah disini. Tapi apa yang salah? Gue juga gak tau. Karena hal itu juga gue semakin tertarik untuk membahas tentang rokok. Yang belum kenal, ini dia orangnya gan...


Karena beliau, gue jadi kepikiran untuk menulis sepenggal kisah gue tentang rokok. Okeyyy...gw gak bermaksud memusuhi perokok,hehe... Karena gue sadar temen-temen gue sendiri banyak yang merokok. Gue rasa udah banyak ya artikel atau tulisan yang membahas tentang bahaya merokok. Tapi, gue bakalan menceritakan 'the real' dari bahaya merokok. Dan itu dilihat dari sudut pandang gue guys. Kenapa? Karena gue ini termasuk salah satu korban pecandu rokok. Penasaran? Lets see here...

Gue udah pernah nge-post sebelumnya bahwa gue adalah anak tunggal dan gue udah kehilangan bokap gue ketika gue umur 10 tahun. Bokap gue meninggal karena penyakit paru-paru basah. Gue gak terlalu ngerti ya tentang penyakit itu karena gue bukan dokter. Tapi, yang gue tahu, penyakit itu diderita oleh (alm) bokap gue udah lama karena bokap gue adalah pecandu rokok sejak SMA. Dan asal lo tau aja, bokap gue meninggal di umurnya yang masih muda. Gue gak inget pasti umur berapa, antara 34-35 tahun. Seharusnya di umur yang masih kepala 3 itu seseorang justru dalam keadaan masih sangat produktif. Tapi, kenyataannya? Bokap gue meninggal di umur yang baru kepala 3. Lo pasti tau apa rasanya kehilangan orang yang kita cintai. Apalagi, ketika itu umur gue masih sangat muda untuk mengerti arti sebuah kehilangan.

O ya, satu lagi cerita yang pengen gue bagi sama lo semua. Dulu ketika gue lahir, gue terlahir dengan kulit yang sangat tipis, gw gak tau persis kondisinya seperti apa. Tapi, gue pernah diceritain sama Budhe gue, klo dulu waktu kecil kullit gue setipis kertas, sampe-sampe urat nadi dan usus gue keliatan. Nyokap gue aja gak berani megang gue. Karena beliau takut, gue kenapa-napa. Dan yang merawat gue ketika itu adalah Budhe gue yang cerita tentang kondisi gue itu. Alhamdulilah, setelah dilakukan pengobatan rutin, kulit gue bisa normal seperti sekarang. Tapi, dampaknya, kulit gue jadi sangat sensitif, klo gue ngerasain gatel di kulit gue trus gue garuk akan menimbulkan luka dan itu berbekas! Gue malu punya kulit kayak gitu. Sampai sekarang pun, masih ada bekas luka itu. Walaupun tinggal beberapa bekas luka, itu cukup membuat gue merenung kenapa gue seperti ini. Gue menyimpulkan bahwa kondisi gue itu bisa jadi disebabkan karena bokap gue yang seorang pecandu rokok. Lo bayangin klo hal itu terjadi sama anak lo. Apa yang lo rasain? Gue sayang sama banget sama bokap gue. Dan gue gak pernah nyalahin bokap gue. Itu gue jadiin pelajaran supaya gue hati-hati milih pasangan hidup. Gue gak bakal mau nikah sama pecandu rokok. TITIK!!!! dan itu jadi HARGA MATI!!!! Gue gak mau anak gue nantinya mengalami hal yang sama seperti gue.

So guys...klo emang lo gak mau anak lo nanti mengalami hal yang sama seperti gue, mulai sekarang cobalah untuk berhenti merokok. Dengan begitu, lo udah berkontribusi untuk menciptakan Indonesia sehat. Gue mengutip sebuah kata mutiara "Lebih baik membeli susu untuk sekeluarga dan sekeluarga sama-sama sehat daripada beli rokok sebungkus, yang mengkonsumsi cuma 1 orang dan yang sakit sekeluarga". Sekecil apapun kontribusi kita untuk negeri ini, kita akan menyelamatkan anak cucu kita kelak.

1 komentar:

Wahyuddin mengatakan...

Wah tulisannya keren, Aku follow deh, follow balik yah

Poskan Komentar

 

(c)2009 leea leeo. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger